RSS

Claas Review 3 : This is Our Primary Food

07 Mar

Pertemuan terakhir dari mata kuliah writing and composition 2 terlaksana bukan pada jadwal sebenarnya dan terlaksana pada hari kamis, dimana jadwal sebenarnya adalah pada hari selasa. Akan tetapi untuk pertemuan ketiga, mata kuliah tersebut kembali terlaksana pada jadwal sesungguhnya, yakni hari selasa pagi. Dengan kata lain mahasiswa dan mahasiswi terpaksa akan mendapatkan waktu lebih singkat untuk menggarap dan menyusun tugas tugas mata kuliah ini, seperti class review dan text respone. Apabila kita kalkulasikan, waktu yang ideal untuk menyusun class review dan text respone adalah satu minggu. Namun jeda waktu untuk menyusun claas review minggu lalu hanya sekitar lima hari, dan itu merupakan waktu yang sangat singkat untuk menyusun sebuah karya tulis yang sempurna. Menulis karya tulis merupakan kegiatan yang sangat membutuhkan kesabaran yang otomatis membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses penyusunannya, itulah mengapa lima hari adalah waktu yang sungguh tidak cukup.

Apabila makanan pokok seorang manusia adalah nasi, dapat dikatakan bahwa makanan sehari-hari mahasiswa dan mahasiswi, khususnya dalam mata kuliah writing and composition 2 adalah komando, pertintah, saran, nasehat, dan kritik. Perbedaan antara kedua makanan pokok tersebut dapat dilihat dan diketahui dari dampak yang akan ditimbulkan oleh makanan pokok di atas tersebut. Memakan nasi merupakan salah cara untuk menghilangkan rasa lapar, dan apabila terdapat keseimbangan antara porsi makan dengan waktu makan, maka akan berdampak baik bagi kesehatan, yaitu mendapatkan berat tubuh yang ideal.

Demikian juga dengan makanan makanan pokok mahasiswa dan mahasiswi dalam mata kuliah ini. Dampak yang akan dirasakan oleh seluruh peserta didik begitu banyak tetapi dengan catatan seluruh mahasiswa dan mahasiswi dapat melahap seluruh makanan pokok tersebut, disaat seluruh mahasiswa dan mahasiswi telah melahap makanan pokok tersebut dengan cara yang benar, maka seluruh peserta didik akan mendapatkan peningkatan kualitas dalam proses pembelajaran, khususnya dalam keahlian tulis menulis.

Komitmen yang telah disepakati oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi beserta dosen pengajar tetap berjalan, yaitu berupa passport sebagai syarat mahasiswa dan mahasiswi agar berhak mengikuti proses pengajaran. Komitmen adalah hal utama dalam mata kuliah ini. Oleh karena itu, hal pertama yang pasti dan selalu ditanyakan oleh dosen pengajar disetiap pertemuannya pastilah passport. Terlihat dengan jelas seluruh mahasiwa dan mahasiswi mendapatkan berbagai macam peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya mahasiswa ataupun mahasiswi yang diberikan perintah untuk meninggalkan kelas dikarenakan passport tidak memenuhi syarat, dengan kata laian seluruh peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran pada pertemuan ini. Keadaan seperti ini sungguh sangat berbeda dengan awal pertemuan dimana terdapat beberapa mahasiswa yang bermasalah dalam passport.

Selayaknya minggu lalu dimana terdapat dua lembar kertas yang harus diisi oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi. Demikian pula dengan pertemuan kali ini, seluruh mahasiswa dan mahasiswi diperintahkan untuk menukar hasil kerja masing masing dengan teman teman yang lain untuk proses pengisian dua lembar kertas tersebut. Namun pertemuan kali ini, proses pengisian lembaran yang berjudul “Peer Review Reedback Form” dan “Editing Checklist for Self- and Peer Editing” hanya ditujukan untuk text respone. Sedangkan untuk class review akan dinilai dan dibaca oleh dosen pengajar sendiri. Sama halnya dengan pertemuan minggu lalu dimana terdapat beberapa mahasiswa dan mahasiswi mengutarakan pendapatnya mengenai karya tulis yang dibaca, minggu ini pun demikian keadaanya, terdapat beberapa mahasiswa dan mahasiswi menyebutkan pendapatnya mengenai karya tulis yang dibaca baik itu mengenai kelebiahan maupun kekurangannya.
Mahasiswa dan mahasiswi dituntut memberikan score untuk bahan bacaan yang dibaca. Hal ini adalah baru, karena minggu lalu kegiatan pemberian score tidak dilakukan. Setelah proses pemberian score terlaksana, lembaran yang sudah diisi oleh pendapat pendapat mahasiswa tersebut kemudian segera dikumpulakn dan diserahkan kepada dosen pengajar.
Makanan pokok seorang mahasiswa atau mahasiswi yang telah dibahas di atas, yakni komando, pertintah, saran, nasehat, dan kritik kembali di lontarkan kepada seluruh peserta didik pada pertemuan kali ini. Makanan pokok pada pertemuan kali ini berupa hal hal yang seharusnya dilakukan sebelum menulis sebuah karya tulis agar dapat menciptakan sebuah karya tulis yang berkualitas tinggi, seperti ideas have wings, to write is to create knowledge, and if you write do it with style.

Pembahasan terus berjalan dengan kondusif, hingga akhirnya sampai pada makanan pokok yang selanjutnya. Writer’s block pun dibahas pada pertemuan kali ini sebagai makanan pokok yang harus dimengerti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi. Writer’s block adalah sebuah hal yang wajar atau normal dan pasti dialami oleh seluruh penulis, baik itu penulis profesional maupun penulis pemula. Namun writer’s block ini jangan dibiarkan berlarut larut. Seluruh penulis sangat dituntut untuk dapat menghandle masalah ini secepatnya agar tidak mengganggu proses pengembangan ide penulisan lebih mendalam.

Sebaik baiknya karya tulis adalah karya tulis yang disusun dan dikerjakan dengan sabar dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi sabar merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan karya tulis yang baik di samping beberapa faktor diatas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 7, 2013 in aldha williyan

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: